Doa Malam Nisfu Sya’ban, Arab Latin dan Artinya Beserta Tata Caranya 

23 Februari 2024, 19:40 WIB
Doa Malam Nisfu Sya’ban, Arab Latin dan Artinya Beserta Tata Caranya  /pexels.com

SUMENEP NEWS - Ada banyak doa yang dapat dibaca pada malam Nisfu Sya’ban. Kebanyakan doa dapat dibaca secara sendiri-sendiri. Namun ada pula doa yang dapat dibaca bersama-sama, atau berjamaah.

Sebelum membaca doa ada baiknya kita memperbanyak membaca istighfar, sebagai bentuk permohonan ampunan kepada Allah swt.

Seperti kita ketahui Nisfu Sya’ban adalah malam penuh berkah, karena Allah akan mengampuni hambanya yang meminta ampun dan mengabulkan doa-doa hambanya.

Baca Juga: 8+ Ucapan Belasungkawa Arab Islami Saat Orang Meninggal Dunia, Penuh Duka Disertai Doa Baik  

Adapun tata cara membaca doa Nisfu Sya’ban secara berjamaah adalah, diawali dengan membaca surat yasin.

Surat yasin pertama diniatkan untuk panjang umur di dalam taat kepada Allah, lalu membaca doa Nisfu Sya’ban ini sekali.

Lalu baca lagi surat yasin sekali dengan niat murah rezeki yang halal, lalu membaca doa Nisfu Sya’ban sekali.

Baca Juga: 32+ Contoh Pembukaan Pidato Perpisahan Kelas 6 SD Formal, Paling Sopan untuk Guru, Orang Tua, dan Wali Murid

Kemudian baca lagi surat yasin sekali dengan niat tetap iman dan mati dalam keadaan iman dan diakhiri dengan doa Nisfu Sya’ban ini.

Adapun doa Nisfu Sya’ban versi berjamaah ini berbunyi sebagai berikut:

اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْن

اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in‘ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma’manal khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtanā ‘indaka fī ummil kitābi asyqiyā’a au mahrūmīna au muqattarīna ‘alaynā fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatanā, wa hirmānanā waqtitāra rizqinā, waktubnā ‘indaka su‘adā’a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali ‘ala lisāni nabiyyikal mursali “Yamhullāhu mā yasyā’u wa yutsbitu wa ‘indahū ummul kitāb.” Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil ‘ālamīn.

Artinya: Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

Baca Juga: Film Agak Laen LK21 dan Rebahin Lagi Diburu Netizen, Ini Link Nonton Kualitas HD dan Full Movie

Tuhanku, jika Engkau mencatat kami di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezeki kami. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.

Allah bershalawat dan bersalam atas Sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

Doa Nisfu Sya’ban berikut surat yassin ini biasa dibaca tiga kali oleh masyarakat secara bersama-sama selepas Maghrib di masjid, musala dan majelis-majelis taklim.***

 
Editor: Sauqi Romdani

Tags

Terkini

Terpopuler